
Dalam sebuah hutan yang permai,tinggal seekor belalang bernama Budi. Budi sang belalang tinggal di atas pokok yang mempunyai daun yang rimbun.

Budi tidak pernah keluar mencari makanan kerana dia hanya makan daun yang tumbuh pada pokok itu. Dia hanya bermain dan bersuka ria sepanjang hari.

Tidak jauh dari pokok tempat tinggal Budi, tinggal satu perkampungan semut. Dua ekor semut bernama Kori dan Sani selalu bermain bersama Budi. Mereka bertiga berkawan baik tetapi Kori dan Sani sangat rajin membantu keluarga mencari makanan. Mereka hanya bermain selepas balik dari keluar mencari makanan.

Pada suatu hari, Kori berkata kepada Budi,"Budi, semalam saya dengar bapa saya bercakap tentang musim kemarau yang akan melanda hutan kita. Saya dan Sani tidak dapat bermain bersama kamu untuk beberapa hari kerana kami perlu mengumpul lebih banyak makanan."
Sani bersetuju dengan kata-kata Kori.

Sani juga berkata,"Lebih baik kamu mengikut kami mencari makanan supaya kamu tidak kelaparan apabila musim kemarau tiba". Kata Sani.
Si Budi hanya tersenyum dan berkata, "Pokok tempat tinggal saya tumbuh dengan suburnya. Banyak daun-daun yang masih tinggal dan boleh dimakan bila-bila sahaja."
Sani dan Kori hanya mengeluh mengenangkan Budi yang keras kepala.

Akhirnya musim kemarau pun tiba. Matahari memancar dengan terik setiap hari sehingga semua daun-daun kering dan gugur.
Kori dan Sani tidak lagi datang bermain dengan Budi. Cuaca sangat panas dan air sungai pun kering kontang.
Budi sang belalang semakin risau melihat daun-daun di rumahnya kering dan gugur.

Akhirnya,semua daun pada pokok itu mati. Tiada satu pun yang tinggal untuk dimakan. Budi menangis kesedihan. Dia mula mencari makanan di sekeliling hutan tetapi tiada satu pun daun segar yang tinggal. Dia juga berasa sangat haus. Selepas dua hari, sang belalang yang malang itu pergi ke rumah Kori dan Sani. Rumah Kori dan Sani ialah busut yang sangat besar.

Budi mengetuk pintu dengan lemah. Setelah agak lama,barulah Kori membuka pintu. Kori terkejut melihat Budi yang sangat lemah. Kori dan Sani memapah Budi masuk ke dalam rumah.
Ibu Kori menyediakan makanan dan minuman untuk Budi.

- Full access to our public library
- Save favorite books
- Interact with authors

- < BEGINNING
- END >
-
DOWNLOAD
-
LIKE(5)
-
COMMENT()
-
SHARE
-
SAVE
-
BUY THIS BOOK
(from $2.99+) -
BUY THIS BOOK
(from $2.99+) - DOWNLOAD
- LIKE (5)
- COMMENT ()
- SHARE
- SAVE
- Report
-
BUY
-
LIKE(5)
-
COMMENT()
-
SHARE
- Excessive Violence
- Harassment
- Offensive Pictures
- Spelling & Grammar Errors
- Unfinished
- Other Problem

COMMENTS
Click 'X' to report any negative comments. Thanks!