"Tetap rendah hati saat kuat. Bersemangatlah saat lemah. Hilangkan berlama-lama dengan kelemahan. Berharap setiap saat selalu dibersamai kekuatan."
- Henny Perwitosari

Semua cerita ada permulaan. Cerita saya berawal di Jakarta, Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dinamakan Nadya Olivia Halim. Kedua orang tua saya juga melahirkan dua kakak perempuan yang bernama Nathalia dan Jessica. Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga, dimana ayah saya adalah pedagang atau pemilik bengkel di Bogor. Walaupun kedua kakak saya telah menikah, hanya Jessica yang bertingkah seperti seorang dewasa, bijaksana dan mandiri.

Di masa kecil saya, ada banyak sekali nasihat dari Ibu yang bisa dikatakan tercetak di otak saya. Contohnya, mengenal dan mendahulukan kewajiban sebelum hak, terutama sekolah. Sebelum saya diperbolehkan untuk bermain, Ibu saya selalu menanyakan apakah sudah selesai dengan semua pekerjaan rumah.



Ayah saya jarang memberikan nasihat namun saat ada masalah, pasti selalu diteriaki oleh ayah, terutama jika saya tidak mengerjakan tugas tepat waktu. Waktu demi waktu, saya juga memiliki karakter seperti itu karena seperti yang dikatakan, “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.”


Di pertengahan Sekolah Dasar di Sekolah Bogor Raya, saya selalu mendapatkan nilai 100 dan sering kali juga berpartisipasi dalam bermacam-macam lomba seperti berenang, matematika, dan Bahasa Inggris. Karena itu, saya selalu mengira sekolah di SBR sebagai hal yang sangat mudah dan tidak perlu untuk belajar. Memang, saya bisa mendapatkan nilai tertinggi seangkatan tapi masalahnya, itu menjadi kebiasaan buruk saya.



Pada saat itu, saya masih tidak bisa memperbedakan adanya hak dan kewajiban jadi saya selalu bermain sama teman dan mengerjakan tugas hanya beberapa menit sebelum waktu penyerahan. Bahkan saat UN sedang berlangsung, saya tidak terlalu belajar dengan sungguh-sungguh peristiwa itu menjadi pembentukan karakter saya. Teman sekelas saya mendapat nilai satu lebih tinggi dibandingkan saya dan tentunya saya marah dan berjanji untuk belajar lebih tekun.
Selain itu, ci Jessica juga sering menasihati bahwa walaupun saya sudah cukup pintar hanya dengan menggunakan otak sedikit, kebiasaan itu tidak akan membuat hasil pekerjaan secara maksimal. Menurutnya, saya hanya menyia-nyiakan berkat yang diberi Tuhan. Jadi, dari situlah saya berusaha untuk berubah.



Ketika saya pindah sekolah ke SPH karena mendapatkan beasiswa, saya bertekad menjadi murid yang lebih rajin dan inilah saat saya menemukan hobi baru. Saya mulai menonton anime yang membuat saya tertarik dalam dunia video-editing. Inilah juga saatnya dimana orang tua dan Ci Jessica mulai menanyakan cita-cita saya. Sejujurnya, dulu saya tidak pernah memikirkan hal ini karena saya pikir masih banyak waktu. Namun, sambil waktu berjalan, saya mulai memikirkannya dan memutuskan untuk mencari tahu lebih dalam pekerjaan seorang motion-graphic designer.




Sebagai batu loncatan untuk mencapai cita-cita saya, saya membantu Ci Jessica membuat iklan dalam bentuk video untuk bisnis baju dokternya. Dari pengalaman tersebut, saya mempelajari banyak hal seperti mengatur waktu senggang dan sekolah untuk “bekerja”. Meskipun saya ingin menjadi motion graphic designer, ayah saya selalu menyuruh saya untuk meneruskan bisnis bengkelnya karena menurutnya, menghasilkan uang sebagai designer sangat sulit. Maka dari itu, saya pun mulai meragukan pilihan atau cita-cita saya.



Karena saya menghabiskan waktu SMP dan SMA saya di SPH, orang tua saya menginginkan saya untuk kuliah di Nanyang Singapura khusus motion graphic design. Tadinya saya ragu karena bagi saya, berpisah dari orang tua adalah hal yang agak sulit karena sejak kecil, saya selalu bergantung kepada mereka. Namun, saya juga berpikir bahwa saya harus membanggakan orang tua sebagai bentuk terima kasih atas merawat saya selama ini.



- Full access to our public library
- Save favorite books
- Interact with authors

- < BEGINNING
- END >
-
DOWNLOAD
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
-
SAVE
-
BUY THIS BOOK
(from $3.19+) -
BUY THIS BOOK
(from $3.19+) - DOWNLOAD
- LIKE (1)
- COMMENT ()
- SHARE
- SAVE
- Report
-
BUY
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
- Excessive Violence
- Harassment
- Offensive Pictures
- Spelling & Grammar Errors
- Unfinished
- Other Problem

COMMENTS
Click 'X' to report any negative comments. Thanks!