Selamat membaca!
Isi buku berdasarkan khayalan penulis
tidak berasal dari cerita rakyat setempat
Sumber gambar sebagian besar dilustrasikan penulis
dengan bantuan gambar dari situs-situs



Hai, nama saya Kamia!







Pada suatu hari ada seekor komodo remaja bernama Kamia. Kamia adalah komodo blasteran. Ayahnya dari Indonesia sedangkan ibunya dari Australia. Kamia memiliki kembaran bernama Kalia.
Mereka tinggal di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau ini adalah satu-satunya pulau di Indonesia dengan burung dan hewan karnivora yang hidup berdampingan karena adanya kerjasama antara
komodo dan burung kakatua
jambul kuning yang memperebutkan
kekuasaan pada zaman dahulu.
P. Komodo

Kembaran Kamia
adalah komodo yang
populer. Kalia memiliki
rambut pirang dan mata
cokelat hazel seperti ibunya.
Ia juga dikenal dengan keahliannya
dalam menari tarian khas Bali, tari Legong. Karena kemampuan menari dan
tampang bak bule itu, Kalia memiliki banyak
teman dan disukai banyak orang.

Sedangkan Kamia,mukanya biasa saja. Dia juga tak punya keahlian khusus. Tapi Kamia bukanlah komodo biasa, satu
hal yang sangat spesial darinya adalah dia diciptakan tuli. Ketidakmampuan dalam mendengar membuat dia
menjadi korban bullying. Meskipun begitu, dia tidak
membenci dirinya. Dia mensyukuri anugerah
itu dan bisa lahir sebagai
salah satu hewan yang
langka. Dia percaya suatu
hari nanti dia tidak tuli lagi.









Jangan temenan sama Kamia, dia bau tai!
Ha ha ha
Ha ha ha
Hewan yang merundung Kamia adalah Kalia, kembarannya sendiri, beserta geng anak populer yang dibuat Kalia dan Andi, seekor kakatua jambul kuning yang selalu memenangkan olimpiade. Mereka merundung Kamia karena iri pada Kamia. Kaila melihat Kamia sangat disayangi ayah dan ibunya, sedangkan burung itu merasa Kamia diperlakukan spesial oleh gurunya. Adanya kesamaan itu membuat mereka bekerja sama menjatuhkan Kamia.
Hari ini burung itu menempelkan kertas bergambar tai ke punggung Kamia. Ide ini berasal dari Kalia. Dia berpikir dengan cara ini Kamia akan kesusahan mencabut kertas itu karena tangan komodo pendek. Kamia tidak mau melaporkan para perundung itu. Dia diancam akan dirundung habis-habisan jika melapor ke orang tua atau guru.


Suatu hari Kamia menemukan catatan misterius di pintu lokernya. Catatan itu berisi, “Temui aku di Pantai Merah.” Kamia mengira catatan itu dari burung yang merundungnya. Karena takut, Kamia pergi ke tempat yang ditulis di catatan itu.
Ketika membuka mata Kamia berada di Air Terjun Lubuak Bulan, surga tersembunyi Sumatera Barat.

Sesampainya di pantai, Kamia hanya menemukan pemandangan laut dan pasir yang kemerahan. Tiba-tiba arus laut yang tinggi mendorong Kamia ke laut.

Dengan kebingungan Kamia berjalan ke arah air terjun. Ada seekor angsa yang meniru gerakannya dari refleksi air. Dengan bodohnya, Kamia menggigit angsa di refleksi air.
Kamia menyadari angsa itu adalah dirinya sendiri. Kini dia memiliki paruh. Seketika pendengarannya pulih, suara derasnya air terjun terdengar dari telinga Kamia.



Komodo yang menjelma menjadi angsa itu berlari kegirangan memasuki hutan menggunakan kaki berselaput barunya.
Kamia senang sekarang dia bisa mendengar.






Setelah kecapekan mengelilingi hutan, Kamia menyadari dia tak berada di Pulau Komodo. Tempat ini dingin dan segar tak seperti kampung halamannya. Kamia membenci udara dingin. Dia merindukan kedua orang tuanya dan ingin pulang ke Pulau Komodo. Angsa yang tersesat itu mencari jalan pulang.


dunia kita berbeda~


Permisi, apakah kalian tahu arah ke Pulau Komodo?
Hah, Pulau Komodo? Itu jauh sekali. Sekarang kita di Sumatera Barat. Kamu yakin mau pergi ke sana?
Ketika berjalan di hutan, Kamia bertemu dengan dua burung kuau raja, jenis burung yang indah dan langka sekaligus maskot Sumatera Barat.
"Permisi, apakah kalian tahu arah ke Pulau Komodo?" tanya Kamia dalam bahasa persatuan hewan.
"Hah, Pulau Komodo? Itu jauh sekali. Sekarang kita di Sumatera Barat. Kamu yakin mau pergi ke sana?"
Kamia membeku menyadari dia akan dimakan komodo jika kembali ke kampungnya dan menyerah akan nasibnya.
"Apa yang kalian lakukan di sana?" tanya Kamia.
"Aku menemani temanku. Dia muntah mencium bau rendang dari daging temannya seekor sapi," jawab burung kuau raja.


Karena iba, Kamia ingin menghancurkan rendang itu berpikir teman burung kuau raja itu akan kembali. Kamia mencari sumber bau rendang itu. Ternyata diadakan lomba memasak rendang. Kamia memantau orang-orang yang sibuk membuat rendang. Bau rendang itu sangat menggiurkan, niatnya untuk menggagalkan rendang dibatalkan.
- Full access to our public library
- Save favorite books
- Interact with authors



P. Komodo

Koin Rp.50 bergambar komodo adalah sebuah koin kuno dengan gambar komodo di depannya dan burung garuda di belakangnya. Masyarakat mempercayai koin ini terinspirasi dari warung terkenal di
Pulau Komodo yang dibuka dari
petualangan seekor komodo remaja
tuli bernama Kamia.

- < BEGINNING
- END >
-
DOWNLOAD
-
LIKE(40)
-
COMMENT()
-
SHARE
-
SAVE
-
BUY THIS BOOK
(from $5.39+) -
BUY THIS BOOK
(from $5.39+) - DOWNLOAD
- LIKE (40)
- COMMENT ()
- SHARE
- SAVE
- Report
-
BUY
-
LIKE(40)
-
COMMENT()
-
SHARE
- Excessive Violence
- Harassment
- Offensive Pictures
- Spelling & Grammar Errors
- Unfinished
- Other Problem

COMMENTS
Click 'X' to report any negative comments. Thanks!