"Semakin Aku mencintaimu semakin hancurlah Aku, tapi melupakanmu adalah luka bagiku.
Aku bingung ini cinta atau duka?"
^ . ^ Penulis Murung ^ . ^


Hai, kenalkan Aku Gaga, usiaku sekarang 17 tahun kurang 3 bulan. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Rumahku beralamat di jalan Kopi, kelurahan Angan. Tak perlulah Aku jabarkan secara detail tentang rumahku, sebab kalau kau tau rumahkupun, belum tentu kau bisa jadi milikku:(.
Disini Aku akan menggoreskan tentangku dan segelas luka. Saranku jangan teruskan untuk membaca, pasti JIJIK!!! Jadi stop sampai sini.

Kopi adalah minuman kesukaanku, jadi kau jangan heran, kenapa Aku terus bertahan meski selalu terluka. Karena Aku sudah terbiasa dengan kepahitan.
Duduk berdua denganmu dan ditemani oleh segelas kopi, semilir angin, suaramu yang menjejerkan kata keluhanmu tentang hari itu, eits, tak lupa ditemani senyumanmu, dan juga kehaluanku tentang semua itu:(.
AKU INGATKAN LAGI!!!
UDAH!!! JANGAN LANJUTKAN MEMBACA!!!

Huhh, Aku bingung sama kamu, iya kamu. Kamu yang lagi membaca tulisan ini. Sudah kuperingatkan untuk tidak lanjut membaca, tapi kenapa masih terus mambaca? Arghhhh, jangan bilang angan kita sama? Sama-sama kebal dengan kepahitan? Atau sama-sama suka menghayal tentang kebahagiaan? atau karena kamu lagi kurang kerjaan? AH, entahlah. TERSERAH.
T E R S E R A H, itulah kata yang sering kudengar dari lisannya. Tujuh depan kali aku masih menerima, tapi lama kelamaan aku jadi bodoh, aku gak tau apa arti "terserah" jika itu kau yang ucapkan.

Aku, kopi, dan kamu adalah 3 aspek yang tak mungkin bertemu dengan mesra di satu meja. Anganku sudah terlalu jauh tentang kita. Tapi Aku terus tertampar dengan kasar oleh kenyataan. Segelas lukaku sudah penuh dan tertumpah-tumpah. Kok sedikit? Ah lemah! Baru segelas!
Jadi begini, segelas luka yang ku punya itu hanya darinya. Tapi, Aku yang seduh dan juga nikmati sampai habis. Luka kehidupanku dari yang lain mungkin tak sampai segelas, tapi lukaku karnanya sudah tertumpah-tumpah dari gelas. Sudah paham bagaimana kondisi hatiku saat ini?
Kalau belum paham, yasudah stop yaa bacanya. Kalau sudah paham, stop juga yaa. Kamu lelah, istirahatlah.
- Full access to our public library
- Save favorite books
- Interact with authors
Sepenggal deskripsi soal gelas yang sudah dipenuhi sampai bertumpah-tumpah oleh luka.
Aku sulit membedakan mana cinta dan mana duka. Setiap membayangkannya pasti aku penuh cinta, tapi realita selalu menyuguhkan duka.
Saat ini lukaku sudah begitu nyata, terlihat dari mata yang lupa rasanya dialiri air mata, sebab letihnya menampung luka yang saat ini sudah tertumpah-tumpah.
@PenulisMurung

- < BEGINNING
- END >
-
DOWNLOAD
-
LIKE(5)
-
COMMENT()
-
SHARE
-
SAVE
-
BUY THIS BOOK
(from $2.99+) -
BUY THIS BOOK
(from $2.99+) - DOWNLOAD
- LIKE (5)
- COMMENT ()
- SHARE
- SAVE
- Report
-
BUY
-
LIKE(5)
-
COMMENT()
-
SHARE
- Excessive Violence
- Harassment
- Offensive Pictures
- Spelling & Grammar Errors
- Unfinished
- Other Problem

COMMENTS
Click 'X' to report any negative comments. Thanks!