
Dahulu, diceritakan di sebuah kerajaan bernama Jenggala, hidup seorang raja bernama Raden Putra. Ia memiliki seorang permaisuri yang sangat cantik dan baik hati.
Selain itu, ia juga memiliki seorang selir yang juga sangat cantik. Sayangnya, selir itu memiliki hati yang busuk. Ia merasa iri terhadap permaisuri yang selalu diperhatikan oleh sang raja. "Huh, seharusnya aku yang menjadi permaisuri. Kecantikanku juga tidak kalah dengan permaisuri. Aku akan membuat baginda hanya memperhatikan aku," ucap selir dalam hati.
Rasa iri sang selir membawanya memiliki niat jahat terhadap permaisuri. Suatu hari, sang selir berkomplot bersama tabib istana membuat rencana agar selir berpura-pura sakit parah. Keesokan harinya, rencana tersebut dilaksanakan. Sang selir berpura-pura merintih menahan sakit. Raja yang melihat selir kesayangannya jatuh sakit segera memerintahkan pengawal kerajaan memanggil tabib istana.
"Tabib, sebenarnya apa yang terjadi dengan selirku? Mengapa sakitnya sangat mendadak dan terlihat sangat parah? Padahal kemarin terlihat sehat-sehat saja," ucap raja.
"Begini Baginda, sebenarnya hamba tidak berani mengatakannya. Sebab, jika Baginda mengetahuinya, Baginda pasti akan murka," ucap tabib istana. dan "Ada apa sebenarnya?" tanya raja semakin penasaran.
"Maafkan hamba sebelumnya. Sepertinya selir terkena racun dari air minumnya. Sebelumnya, selir mengatakan kepada hamba bahwa permaisuri yang membawakan minuman itu untuknya. Jadi, menurut hamba, permaisuri sengaja meracuni minuman selir karena merasa iri Baginda terlalu sayang kepada selir," ucap tabib istana.
"Apa? Benar-benar keterlaluan. Berani benar permaisuri melakukan hal itu pada selir kesayanganku. Pengawal, panggil permaisuri untuk menghadapku sekarang juga, cepat!" perintah raja dengan murka.
Para pengawal segera memanggil permaisuri untuk menghadap raja. Ia tidak mengetahui alasan raja yang sangat tergesa-gesa memanggilnya. Sang permaisuri menghadap raja, betapa terkejutnya ia mendengar tuduhan sang raja terhadapnya. Permaisuri yang tidak merasa melakukan hal tersebut, mengelak tuduhan itu.
"Berani sekali kau menyangkal apa yang telah engkau perbuat. Hukuman bagi seseorang yang hendak membunuh adalah pelakunya harus dibunuh," ucap sang raja murka.
Karena terbakar amarah, sang raja memerintahkan para pengawalnya untuk mengusir permaisuri dari istana. Ia pun memerintahkan patih istana untuk membuang permaisuri ke hutan dan membunuhnya. Raja tidak mengetahui bahwa permaisuri dalam keadaan mengandung. Akhirnya, patih membawa permaisuri yang sedang mengandung ke hutan. Patih merasa yakin bahwa permaisuri tidak bersalah. Permaisuri yang baik hati dan bijaksana tidak mungkin meracuni selir. Oleh karena itu, sang patih melanggar titah raja.
"Permaisuri, hamba mengetahui bahwa semua ini adalah perbuatan licik selir. Hamba juga tidak sampai hati untuk menyakiti permaisuri. Biarlah hamba berdusta kepada baginda tentang permaisuri. Hamba akan mengatakan bahwa permaisuri telah hamba bunuh. Jagalah baik-baik calon bayi ini. Kelak, ia akan menjadi putra mahkota Kerajaan Jenggala," ucap patih.
"Terima kasih atas kebaikanmu, Patih. Aku akan menjaga baik-baik kandunganku," kata permaisuri.
Kemudian, patih membuat rumah-rumahan dari ranting pohon dan dedaunan untuk sang permaisuri selama tinggal di hutan. Ia juga melumuri pedangnya dengan darah kelinci untuk mengelabui raja. Setelah itu, ia kembali ke istana melaporkan bahwa dirinya telah membunuh permaisuri. Raja mengangguk puas.
Bulan berganti bulan. Anak yang berada dalam kandungan permaisuri pun telah lahir. Anak itu tumbuh menjadi pemuda yang cerdas dan tampan. Ia diberi nama Cindelaras. Karena sejak kecil tinggal di hutan, Cindelaras banyak berteman dengan binatang. Suatu hari, ketika Cindelaras sedang bermain, seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur ayam. Telur tersebut jatuh tepat di depan Cindelaras. Hap! Dengan sigap Cindelaras menangkap telur tersebut. Ternyata, Cindelaras membiarkan telur tersebut selama tiga minggu sampai menetas.
- Full access to our public library
- Save favorite books
- Interact with authors
TAMAT

- < BEGINNING
- END >
-
DOWNLOAD
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
-
SAVE
-
BUY THIS BOOK
(from $3.79+) -
BUY THIS BOOK
(from $3.79+) - DOWNLOAD
- LIKE (1)
- COMMENT ()
- SHARE
- SAVE
- Report
-
BUY
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
- Excessive Violence
- Harassment
- Offensive Pictures
- Spelling & Grammar Errors
- Unfinished
- Other Problem

COMMENTS
Click 'X' to report any negative comments. Thanks!