

Nia seorang gadis yang berumur 14 tahun ini mempunyai seorang adik yang berumur 5 tahun, keseharian nia memang tak terlalu sibuk sehingga dia lebih sering di rumah. Memang hubungan ibu dan ayahnya Nia tidak cukup baik, dengan ekonomi yang kurang mencukupi, emosi yang susah dikendalikan membuat ayah dan ibu Nia sering bertengkar setiap malam, sehingga nia terbangun dari tidurnya. Nia merasa tertekan, ingin cerita tapi tak tahu dengan siapa. Adiknya? Adiknya tak mengerti apa apa.
Tak seharusnya Nia merasakan serpihan dari pertengkaran orangtuanya, Nia hanya bisa berdoa agar ayah dan ibunya tak bertengkar lagi
Tak lama kemudian Nia mendengar bahwa ayah dan ibunya akan segera cerai. Nia menangis, batinnya terasa dicabik-cabik, tak sepantasnya Nia merasakan itu, Nia sangat tertekan, dia menangis dan berdoa semoga ini hanyalah mimpi. Namun beda hasilnya, kini semenjak pertengkaran ayah dan ibunya selama ini membuat ayah dan ibu Nia memilih terpisah
Nia hanya bisa pasrah, walaupun batinnya tersiksa, namun kini Nia hanya bisa berdoa, semoga ayah dan ibunya kembali lagi.
Langit masih menggantung jingga ketika Nia menjumpai Lisa sahabatnya kemarin sore. Nia datang bertelanjang kaki, berkerudung dan sambil berurai air mata. Entah apa yang ingin ia katakan, bibirnya terasa kaku. Tatapan mata Lisa seperti tahu akan kegelisahan sahabatnya. Lalu ia datang menghampirinya seolah ingin mengurangi rasa kegelisahann Nia. Nia menangis sejadi-jadinya tanpa keluar sepatah katapun dari mulutnya. Setelah beberapa lama Nia terhanyut dalam kesedihannya. Lisa menghentikan tangis Nia.
"Aku mengerti apa yang saat ini berkecamuk dalam pikiranmu", ucap Lisa. Nia sempet tersentak ketika Lisa berbicara seperti itu. Nia pun akhirnya bercerita secara rinci mengenai kejadian itu. Cerita yang mungkin sudah beberapa kali terjadi pada Nia. Namun kali ini Nia sudah tak bisa lagi menampung semuanya. Dadanya terasa sesak karena tidak ada tempat untuk mencurahkan segala keluh kesah ini. "Lisa aku sudah tidak sanggup lagi, ingin rasanya aku hilang dari bumi ini. Aku lelah dengan semuanya. Aku muak dengan kehidupanku".
- Full access to our public library
- Save favorite books
- Interact with authors

- < BEGINNING
- END >
-
DOWNLOAD
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
-
SAVE
-
BUY THIS BOOK
(from $2.99+) -
BUY THIS BOOK
(from $2.99+) - DOWNLOAD
- LIKE (1)
- COMMENT ()
- SHARE
- SAVE
- Report
-
BUY
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
- Excessive Violence
- Harassment
- Offensive Pictures
- Spelling & Grammar Errors
- Unfinished
- Other Problem

COMMENTS
Click 'X' to report any negative comments. Thanks!