Pada zaman dahulu di desa Ngasem hidup seorang gadis bernama Endang Sawitri. Penduduk desa tak seorang pun yang tahu kalau Endang Sawitri punya seorang suami, namun ia hamil. Tak lama kemudian ia melahirkan dan sangat mengejutkan penduduk karena hiduplah seorang anak yang sakti, sehingga membuat warga ingin datang berobat dengan kesaktian yang dimilikinya. Kesaktiannya ini membuat seorang menyihir jahat iri. Penyihir jahat menyihir anak itu, sehingga tubuhnya penuh luka dengan bau yang sangat menyengat.

Hei bocah, gara-gara kamu sekarang tidak ada lagi yang datang beerobat padaku, maka terimalah hukuman dari ku!
Maaf nek, ada yang bisa saya bantu?
Anak tersebut disihir menjadi luka-luka yang akan muncul begitu luka lama mulai kering. Keadaannya kondisi tubuhnya itu, berbintik-bintik dan berbau busuk yang sangat menyengat. Sebagai hukuman kepada bocah tersebut agar tidak ada yang mau berobat lagi ke dia.
Semua warga pun terkejut dengan anak itu, kenapa bisa langsung muncul luka itu dan berbau sangat busuk. Sehingga membuat waga tak ingin lagi berdekatan dan berhubungan dengannya, karena takut tertular.
Suatu hari, anak itu bermimpi untuk mencari seorang perempuan tua yang dapat menyembuhkan penyakitnya.
Lalu pagi hari, ia langsung bergegas meninggalkan rumah dan segera mencari rumah perempuan tua itu. Sampai berhari-hari lamanya tidak menemui rumah perempuan tua itu, sehingga menemukan sebuah desa yang penduduknya sangat sombong.
Hei anak kecil bau busuk pergilah kau dari sini sekarang juga! Cepat pergi!
Maaf bu, saya minta sedikit air dan makanan.
Dan ada sebuah pesta di desa itu. Ketika ia datang ke pesta tersebut, orang-orang langsung mengusir anak tersebut. Lalu anak itu melanjutkan kembali perjalanan.
Setelah kembali melanjutkan perjalanan, ditepian desa dia melihat sebuah rumah gubuk tua, ia pun menghampiri gubuk tersebut.
Permisi nek, bolehkan saya meminta air sedikit saja?
Nak, semalam nenek bermimpi, kalau aku harus memberi minum dan makanan ke seorang anak kecil yang tubuhnya penuh luka. Sepertinya anak kecil itu kamu. Kemari duduklah akan ku ambilkan makan.
Lalu anak itu lahap memakan makanan yang diberi oleh nenek itu.
Nak, lihatlah. Luka dan bau busukmu semuanya sudah hilang.
Wahh iya nek.
Nek, aku juga pernah bermimpi agar menemukan seorang nenek. sepertinya nenek lah yang di maksut dalam mimpiku itu.
Mungkin sudah takdir tuhan, semua yang terjadi ini tidak terlepas dari kehendak tuhan.
Nek, mengapa penduduk disini sangat sombong, ketika melihat aku seperti ini?
Nak, penduduk disini memang semuanya sombong, mereka akan mengusir warga yang kurang mampu.
Dahulu rumah nenek ada ditengah desa sana, karena disuruh pergi, akhirnya nenek membuat gubuk tua di pinggiran desa sini.
Nek, nanti malam bersiap lah menaiki perahu, akan ada banjir besar disini.
Tapi, nggak mungkin bisa ada banjir.
Sekarang, aku akan kembali kedesa sana.
Pada malam hari, desa itu sangat meriah, lalu anak kecil itu datang dan memanggil para penduduk kampung.
Hei anak kecil, cepat pergi dari sini! atau kami segan bersikap kasar kepadamu!
Kalian pasti tidak mengenaliku. Aku adalah anak yang tubuhnya penuh luka.
Ah sudahlah! tidak usah banyak bicara! kamu tetap saja anak gembel! cepat pergi dari sini, kamu mengganggu pesta penduduk sini!
- Full access to our public library
- Save favorite books
- Interact with authors
Hargai orang lain dan jangan saling membenci. Jangan pernah hanya menilai seseorang dari penampilan luarnya saja. Apa yang terlihat menarik bisa saja buruk untuk kita begitu juga sebaliknya, apa yang kita tidak suka bisa saja bermanfaat untuk kita.








- < BEGINNING
- END >
-
DOWNLOAD
-
LIKE
-
COMMENT()
-
SHARE
-
SAVE
-
BUY THIS BOOK
(from $5.39+) -
BUY THIS BOOK
(from $5.39+) - DOWNLOAD
- LIKE
- COMMENT ()
- SHARE
- SAVE
- Report
-
BUY
-
LIKE
-
COMMENT()
-
SHARE
- Excessive Violence
- Harassment
- Offensive Pictures
- Spelling & Grammar Errors
- Unfinished
- Other Problem

COMMENTS
Click 'X' to report any negative comments. Thanks!