UNTUK ADIKKU TERSAYANG ... :)This book was created and published on StoryJumper™
©2015 StoryJumper, Inc. All rights reserved.
Publish your own children's book:
www.storyjumper.com



BURUNG BANGAU & ANJING 



Suatu hari seekor anjing pergi mencari makanan ke sebuah
danau, disana terkadang terdapat beberapa makanan
terkadang pula tidak sama sekali ada makanan untuk sang
anjing. Sang anjing menggunakan penciuman, mata dan
telingannya untuk mencari makanan hingga ketika dia berjalan
sang anjing mencium bau anyir lalu dia mengikuti arah bau itu
dan sampailah dia tepat dimana bau itu berasal namun dia tidak
menemukan ikan itu di tanah maupun dekat air danau. Ketika
dia melihat ke atas ternyata seekor bangau bertengger di
sebuah pohon, paruhnya yang besar sedang memegang ikan di
paruhnya. Burung bangau itu bukanlah burung yang sering
dilihat oleh sang anjing.

Sang anjing tersenyum bahagia karena dia telah menemukan
makanan, meskipun makanan itu dipegang oleh seekor burung
bangau yang besar “ah aku tidak perlu mencari ke tempat yang
jauh karena aku sudah menemukan makanan yang aku cari dan
makanan itu cukup untuk membuatku kenyang.” pikir sang anjing.
Sang anjing kini melihat sang burung bangau yang bertengger di
pohon itu dengan penuh rasa kagum lalu sang anjing berkata sambil
berteriak dengan keras “hai burung yang indah dan cantik, kau
kelihatan sangat indah ketika bertengger di dahan itu.” sang
burung bangau menoleh ke arah sang anjing dengan memiringkan
kepalanya dia memperhatikan sang anjing dengan sangat curiga,
sang burung bangau tetap menutup paruhnya dan tidak membalas
sahutan sang anjing.





“Lihatlah kakimu yang besar dan kuat itu” kata sang anjing
“tubuhmu yang besar dan warna bulumu yang cerah seperti
pelangi, sayapmu yang lebar itu sangat cantik dan paruhmu
yang panjang itu sangat indah.” rayu sang anjing, “burung indah
seperti dirimu pasti memiliki suara yang cukup bagus dan
merdu, kau adalah burung sempurna ketika kau bernyanyi
dengan indah dan aku akan memujimu selayaknya sang ratu
burung yang indah.” Mendengar rayuan sang anjing yang begitu
membuat senang sang burung bangau, sang burung bangau kini
lupa akan rasa curiga dan ikan besar yang dipegang oleh
mulutnya.
You've previewed 9 of 15 pages.
To read more:
Click Sign Up (Free)- Full access to our public library
- Save favorite books
- Interact with authors

- < BEGINNING
- END >
-
DOWNLOAD
-
LIKE(7)
-
COMMENT()
-
SHARE
-
SAVE
-
BUY THIS BOOK
(from $2.99+) -
BUY THIS BOOK
(from $2.99+) - DOWNLOAD
- LIKE (7)
- COMMENT ()
- SHARE
- SAVE
- Report
-
BUY
-
LIKE(7)
-
COMMENT()
-
SHARE
- Excessive Violence
- Harassment
- Offensive Pictures
- Spelling & Grammar Errors
- Unfinished
- Other Problem

COMMENTS
Click 'X' to report any negative comments. Thanks!