Assalamu'alaikum Wr. Wb..This book was created and published on StoryJumper™
©2015 StoryJumper, Inc. All rights reserved.
Publish your own children's book:
www.storyjumper.com


Pada suatu ketika ada tiga orang pemuda yang bepergian. Ditengah
perjalanan mereka terpaksa bermalam didalam sebuah gua.
Tiba–tiba dengan tidak terduga sebuah batu besar terjun dari atas
bukit hingga menutup pintu gua itu sehingga ketiga pemuda tadi
terjebak didalamnya. Didorongnya batu besar itu dengan sekuat
tenaga tetapi batu tersebut tidak bergerak sama sekali.














Berkatalah salah seorang pemuda itu
kepada temannya, “Sungguh tiada
sesuatu yang dapat menyelamatkan
kita dari bahaya ini kecuali jika kita
tawasul kepada Allah tentang amal
sholeh yang pernah kita lakukan.
Sehingga mudah–mudahan batu besar
ini dapat digeser.”





Berkatalah pemuda yang pertama, “Ya Allah, dahulu saya mempunyai ayah
dan ibu yang sudah tua. Saya biasa memberi minum susu pada beliau
berdua sebelum aku memberinya pada orang lain. Hingga pada suatu
ketika agak kejauhan bagiku menggembala ternak. Aku tidak kembali
kepada kedua orang tuaku hingga malam hari dan keduanya kudapati telah
tertidur. Maka akupun segera memerah susu untuk keduanya. Saya tunggui
tidurnya, tetapi beliau nyenyak istirahatnya, sehingga aku segan
membangunkannya. Sementara sayapun tidak memberikan minuman susu itu
kepada siapapun sebelum kepada beliau berdua. Padahal semalam itu juga
anak–anakku sedang menangis minta susu tadi. Ya Allah, jika baktiku
kepada kedua orang tuaku itu mendapatka ridloMu maka lapangkanlah
keadaan kami ini.“ Maka didorongnya batu besar itu dan bergerak sedikit
, hanya saja mereka belum bisa keluar.


Berkatalah pemuda yang kedua, “Ya Allah dahulu saya punya
pacar yang amat cantik. Saya selalu merayu dan ingin berzina
kepadanya, tetapi ia selalu menolak dengan keras. Hingga
suatu saat keluarganya jatuh pailit. Aku sanggup menolong
dari kepailitan itu, asal ia mau menyerahkan dirinya kepadaku
pada malam harinya. Maka ketika saya telah berada diantara
dua kakinya (siap berzina ), tiba–tiba ia berkata, “Takutlah
kamu kepada Allah dan jangan kau pecahkan selaput daraku ini
kecuali dengan halal.” Aku terhenyak bangun dari padanya,
dan aku tetap rela membantu dari kepailitannya. Ya, Allah jika
perbuatanku itu mendapatkan ridloMu maka hindarkanlah kami
dari kemalangan ini.” Maka didorongnya batu besar itu dan
bergerak sedikit, tetapi belum cukup untuk keluar dari pintu
gua itu.

Maka berkatalah pemuda yang ketiga, “Saya
dulu seorang pangusaha yang banyak sekali buruh
pegawaiku. Saya selalu tepat membayar upah
buruhku. Hingga pada suatu saat ketika saya
membayarkan upah buruh, ada seorang buruh
yang tidak hadir karena ada kepentingan lain.
Ia belum menerima upahnya. Maka upah buruh
tadi saya kembangkan hingga
bertambah–tambah, berlipat–lipat. Pada suatu
ketika datanglah kepadaku si buruh tadi
menanyakan akan upahnya yang belum dibayarkan
olehku. Aku katakan kepadanya bahwa harta
kekayaan yang ada di depannya yang berupa unta,
lembu, kambing itu miliknya. Upahmu dulu
aku kembangkan hingga menjadi kekayaan itu,
maka ambilah semuanya. Ya, Allah jika
perbuatanku itu mendapatkan ridloMu maka
hindarkanlah kami dari kesempitan ini.” Maka
didorongnya batu besar itu dan bergerak,
sehingga cukup untuk keluar dari pintu gua itu
dan keluarlah ketiganya dengan selamat.












Alhamdulillah...








You've previewed 9 of 15 pages.
To read more:
Click Sign Up (Free)- Full access to our public library
- Save favorite books
- Interact with authors

- < BEGINNING
- END >
-
DOWNLOAD
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
-
SAVE
-
BUY THIS BOOK
(from $2.99+) -
BUY THIS BOOK
(from $2.99+) - DOWNLOAD
- LIKE (1)
- COMMENT ()
- SHARE
- SAVE
- Report
-
BUY
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
- Excessive Violence
- Harassment
- Offensive Pictures
- Spelling & Grammar Errors
- Unfinished
- Other Problem

COMMENTS
Click 'X' to report any negative comments. Thanks!