Anak-anakkuThis book was created and published on StoryJumper™
©2010 StoryJumper, Inc. All rights reserved.
Publish your own children's book:
www.storyjumper.com



Grace sedang sedih. Begitu sedihnya hingga ia
merasa tak bisa menelan makanan yang ada di
hadapannya. Berkali-kali ia menghela napas sambil
memandangi piringnya.
Mama mengamati wajah putri semata wayangnya.
Tak biasanya Grace seperti itu, apalagi hari ini
Beliau memasak makanan kesukaannya: lalapan
ikan lele yang lezat.
“Ada apa nak? Tumben kamu nampak murung. Apa
kamu nggak ingin bercerita pada Mama?”, tanya
mama dengan lembut.

“Grace teringat Opa Fritz, Ma. Kemarin saat Grace
mengunjunginya, ia nampak sedih. Saat Grace
tanya mengapa, ia mengatakan bahwa saat-saat
menjelang natal seperti ini membuatnya teringat
pada mendiang istri dan anaknya. Grace tidak tahu
apa yang bisa Grace lakukan untuk menghiburnya”,
jawab Grace dengan sedih.
Mama mengerti kegalauan putrinya. Grace
memang anak yang baik. Sejak kecil, papa dan
mama selalu mengajarkan padanya untuk
mencintai orang lain, khususnya mereka yang
menderita. Tak heran bila Grace bertumbuh
menjadi seorang anak yang memiliki kepedulian
besar.

Kebetulan rumah mereka berdekatan dengan
sebuah panti jompo. Panti jompo itu dikelola oleh
para suster. Setiap Jumat sore, Grace selalu
menyempatkan diri ke sana. Di sana ia
mengunjungi Opa Fritz. Opa Fritz adalah kakek tua
yang murah senyum. Grace suka padanya. Umur
Opa Fritz sudah hampir 90 tahun, namun beliau
sama sekali tak pikun. Grace senang mendengar
cerita-cerita beliau. Tak jarang pula ia
membawakan buku untuk dibacakan. Mata opa
sudah tak mampu membaca tulisan.

Menurut opa, beliau lahir di Belanda. Pada zaman
perang kemerdekaan dulu beliau adalah seorang
tentara. Saat Jepang masuk Indonesia, tentara
Jepang menangkapnya. Beliau disiksa di sebuah
kamp internir oleh tentara Jepang. Istri dan
putrinya Joanna, yang waktu itu masih berusia 9
tahun dibunuh oleh mereka. Kejadian itu tepat
seminggu menjelang natal tahun 1942. Sekarang,
seiring usianya yang semakin menua, tiap kali
menjelang natal beliau merasa sangat kesepian.

“Begitulah ma, Grace bingung bagaimana harus
menghibur opa”, kata Grace mengakhiri ceritanya.
Mama mendengarkan penuturan putrinya dengan
sungguh-sungguh. Beliau lantas berkata,
“Bagaimana kalau kamu menceritakan hal ini pada
Kak Carmen? Menurut mama, baik juga jika sekali-
kali anak-anak Minggu Gembira merayakan natal di
panti jompo. Di sana kalian bisa menghibur kakek
nenek yang selama ini memang jarang mendapat
perhatian dari siapa pun. Barangkali ini bisa
membuat mereka juga merasa masih dicintai?
Percayalah, natal akan menjadi semakin berarti
bila kita mau saling berbagi.”

Mata Grace berbinar-binar. “Ah….mama memang
mamaku yang paling baik dan pintar!”, katanya
sambil memeluk mamanya. “Aku pergi sekarang ke
rumah Kak Carmen ya ma?”
“Eiiiiitt…. Dihabiskan dulu donk makananmu! Tak
baik membuang-buang rejeki yang diberikan oleh
Tuhan lo”, sergah mama cepat-cepat.
“Eh iya ma. Grace lupa. Makasih ya…sudah
diingatkan hihihi…”
*********

Rupanya Kak Carmen menyetujui usulan Grace. Pada hari
Minggu, anak-anak Minggu Gembira dikumpulkan di
rumahnya. Mereka berencana akan membuat sebuah
drama singkat dan berlatih beberapa buah lagu untuk
dinyanyikan di panti Jompo. Latihan itu akan diadakan
setiap hari Rabu sore dan Minggu pagi selama masa
Adven ini.
Sebenarnya jalan cerita drama itu sederhana saja.
Ceritanya tentang kelahiran Yesus di Betlehem. Hanya
saja, anak-anak berlatih dengan penuh semangat dan
sukacita. Tak heran bila drama itu nampak sangat bagus.
Belum lagi, papa menyediakan diri untuk melatih anak-
anak bernyanyi. Kak Carmen yang menjadi
koreografernya. Wah, suara anak-anak indah bagaikan
malaikat. Grace merasa sangat senang.
You've previewed 10 of 16 pages.
To read more:
Click Sign Up (Free)- Full access to our public library
- Save favorite books
- Interact with authors

- < BEGINNING
- END >
-
DOWNLOAD
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
-
SAVE
-
BUY THIS BOOK
(from $3.19+) -
BUY THIS BOOK
(from $3.19+) - DOWNLOAD
- LIKE (1)
- COMMENT ()
- SHARE
- SAVE
- Report
-
BUY
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
- Excessive Violence
- Harassment
- Offensive Pictures
- Spelling & Grammar Errors
- Unfinished
- Other Problem

COMMENTS
Click 'X' to report any negative comments. Thanks!