Sekalung perhargaan kami ucapkan kepada Pensyarah kami Cik Intan Shafini diatas tunjuk ajar serta membimbing kami untuk menyiapkan cerita rakyat si tanggang .TeRima kasih semua ahli kumpulan yang turut serta memberi kerjasama yang baik
anaksolehahproduction

Memperkenalkan watak dalam cerita Si Tanggang
Pada zaman dahulu kala, di sebuah kampung yang terpencil terdapat sebuah keluarga yang miskin. Di dalam keluarga tersebut tinggal Mak Umpit dan anak tunggalnya yang bernama Si Tanggang. Kehidupan mereka sehari-harian, bak kata pepetah kais pagi, makan pagi, kais petang, makan petang. Pada suatu hari, Si Tanggang berkata kepada ibunya yang sedang menyapu di halaman rumah.

” Ibu, kehidupan kita ini sangat miskin. Tanggang rasa eloklah Tangggang pergi merantau di negeri orang mencari kekayaan. Nanti... Tanggang akan dirikan mahligai yang indah dan akan Tanggang kalungkan intan permata pada tubuh ibu...”
Alangkah terkejutnya Mak Umpit apabila mendengar hasrat anak kesayangannya itu. Lalu dia berkata
”Apa??? Kau nak tinggalkan ibu...? Ibu sudah tua Tanggang... kasihanilah ibu... janganlah tinggalkan ibu keseorangan di usia sebegini, Tanggang...”
Segala rintihan dan rayuan Mak Umpit tidak diendahkan oleh anaknya Si Tanggang. Keesokan harinya, keluarlah Si Tanggang meningggalkan ibunya yang tua di kampung sendirian. Setelah sekian lama berada di negeri orang, dengan berkat kerajinan Si Tanggang, beliau telah berjaya menjadi Datuk Nakhoda. Kini, Si Tanggang sudah menjadi kaya raya dan telah berkahwin dengan seorang puteri raja yang cantik jelita. Akibat daripada kemewahan dunia yang dimiliki Si Tanggang, kini ... beliau telah lupa kepada ibunya yang tua dan miskin di kampung.
Pada suatu hari, isteri Si Tanggang telah ikut serta bersama Si Tanggang dan anak-anak kapal belayar berniaga. Dalam pelayaran tersebut akhirnya kapal Si Tanggang telah berlabuh di pantai berhampiran kampung kelahirannya. Berita kedatangan kapal Si Tanggang telah diketahui oleh orang-orang kampung.
Ibu Si Tanggang sangat gembira dengan berita kepulangan anaknya kesayangannya itu. Tanpa berlengah lagi Mak Umpit terus pergi berjumpa Si Tanggang dengan mendayung sampan menuju ke kapal Si Tanggang untuk berjumpa anak kesayangannya itu
Betapa dia rindu terhadap anak tunggalnya itu.
” Oh, Tanggang anakku! Tidakkah engkau kenal lagi ibumu ini? Rindunya rasa hati ibu semenjak kepemergianmu nak. Marilah nak, kita pulang ke rumah. Ingin ibu melepaskan rindu padamu sepuasnya.”
Si Tanggang terkejut dengan kedatangan perempuan tua itu.
Dia berasa malu kepada isterinya untuk mengaku perempuan yang tua, hodoh dan miskin itu adalah ibu kandungnya. Lalu Si Tanggang pun menghalau perempuan tua itu dari kapalnya. Alangkah derhakanya Si Tanggang berbuat demikian kepada ibunya.
- Full access to our public library
- Save favorite books
- Interact with authors

- < BEGINNING
- END >
-
DOWNLOAD
-
LIKE(38)
-
COMMENT()
-
SHARE
-
SAVE
-
BUY THIS BOOK
(from $4.99+) -
BUY THIS BOOK
(from $4.99+) - DOWNLOAD
- LIKE (38)
- COMMENT ()
- SHARE
- SAVE
- Report
-
BUY
-
LIKE(38)
-
COMMENT()
-
SHARE
- Excessive Violence
- Harassment
- Offensive Pictures
- Spelling & Grammar Errors
- Unfinished
- Other Problem

COMMENTS
Click 'X' to report any negative comments. Thanks!