- Budayakan membaca, karena dengan membaca
maka jendela dunia akan terbuka -
Dibuat dan ditulis oleh Ayu Permatasari (188620572-Konversi PGSD)
STKIP Arrahmaniyah Depok, Indonesia - Desember 2019.
*Cerita ini didedikasikan untuk:
- STKIP Arrahmaniyah
- Seluruh anak-anak di Indonesia.

"Tolong....!"
Seketika Nami terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin bercucuran di sekujur tubuhnya.
"Ada apa Nami?" tanya Mama dan Papa kaget setengah berlari menuju kamar Nami.
"Aku mimpi buruk lagi Ma..Pa.., kali ini aku mimpi lari di bawah hujan badai, berteriak minta tolong tapi tidak ada satu pun yang mendengar," cerita Nami masih dengan rasa takutnya.
"Ya sudah, itu kan hanya mimpi buruk. Mungkin kamu lupa membaca doa sebelum tidur," sahut Mama Nami.
"Aku yakin, aku udah baca doa kok Ma, karena akhir-akhir ini aku sering mimpi buruk."
"Sudah-sudah, ayo kita doa lagi,"Papa menenangkan.








"Hai Nami! Kok kamu terlihat pucat hari ini, ada apa?" tanya Mari sahabat Nami.
"Iya, semalam aku mimpi buruk. Kenapa akhir-akhir ini aku jadi sering mimpi buruk?" khawatir Nami.
"Apa akhir-akhir ini ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Mari heran.
"Hmm... sepertinya tidak ada," jawab Nami dengan ragu.
"Hmm, baiklah. Berarti kamu sudah belajar untuk ulangan matematika hari ini?"
"Ya ampun! Aku lupa kalau hari ini ada ujian. Aku harus belajar sekarang!"
panik Nami sambil mencari buku matematika di tasnya.
"Kenapa aku bisa lupa! Bagaimana ini? Habis aku dimarahi Ibu guru
dan mama kalau dapat nilai nol lagi seperti Rabu lalu," batin Nami.
Malam harinya...
"Semoga malam ini aku tidak mimpi buruk lagi." Nami membuka buku "Jauhi mimpi buruk dengan 3 langkah ini!" yang dipinjamnya dari Mari.
1. Coba bayangkan hal-hal indah yang kamu inginkan saat ini.
2. Gambarlah pada selembar kertas, hal yang sudah kamu bayangkan tadi dan warnailah seindah mungkin.
3. Letakkan kertas tersebut di bawah bantal. Dijamin kamu tidak akan mengalami mimpi buruk lagi.
Nami mengikuti setiap langkah yang tertulis di dalam buku tersebut.
"Semoga malam ini aku tidak mimpi buruk lagi," doa Nami dalam hati.
Keesokan harinya...
"Pa... Ma... Ta... coba dengarkan aku!!!" seru Nami.
"Ada apa sih ka pagi-pagi sudah seheboh ini?" kesal Genta adiknya Nami.
"Tadi malam aku sudah tidak mimpi buruk lagi loh, justru aku mimpi indah sekali bak Putri Raja di Istana berkat buku ini," Nami memperlihatkan bukunya kepada Genta yang sejak tadi menguap karena masih mengantuk.
"Ah, aku tidak percaya buku seperti ini. Barangkali besok kakak juga mimpi buruk lagi," ledek Genta kepada kakaknya.
"Hei, awas ya kamu!" Nami mengejar Genta yang berlari ke kamarnya.
"Genta... Nami... Ayo cepat mandi terus sarapan. Jangan bertengkar terus! Mama harus berangkat kerja lebih awal hari ini!" teriak Mama.
















"Tolong... aku tenggelam... tolong aku!"
"Nami bangun... Bangun sayang kamu mimpi apa lagi?" tanya Papa Nami yang
baru saja pulang dari kantor dan mendengar Nami mengigau di kamar.
"Aaaa... aku di mana aku di mana ini? Kenapa gelap?" panik Nami.
"Nami jangan teriak-teriak, Genta sudah tidur. Ini sedang mati lampu!" seru Mama.
"Oh mati lampu ya," sahut Nami lega.
"Nami mimpi buruk lagi?" tanya papa.
"Iya Pa, hiks hiks."
"Ya sudah nanti Papa minta Mama nemenin Nami tidur ya biar Nami tidak takut lagi."
"Iya, makasih ya Pa."
Malam itu Nami tidur ditemani Mamanya.


Anak-anak ingat sekarang hari Rabu. Sudah belajar di rumah 'kan? Tutup semua bukunya. Kita ulangan matematika lagi ya!
Celaka aku! Kenapa bisa lupa lagi
kalau hari ini ada ulangan?
Keesokan harinya...
Tapi kan aku sudah berusaha ma. Kemarin aku sungguh lupa, kalau setiap Rabu ada ulangan matematika.
Apa? Kamu dapat nilai nol lagi? Kamu sih tidak pernah belajar. Setiap waktu kerjaannya main terus!




Pantas saja kakak setiap Selasa malam mimpi buruk, ternyata sebabnya karena setiap Rabu ada ulangan Matematika ya!

Benar apa yang dikatakan adikmu. Kamu mimpi buruk karena ketakutan kamu sendiri, akibat dari tidak belajar sebelum ulangan! Ayo sekarang cepat makan malam, setelah itu kita belajar bersama!
Baik ma,
maafkan Nami ya ma!
Malam itu, Nami belajar bersama Mama dan adiknya. Mama meminta Nami untuk selalu berani bertanya ketika ada pelajaran yang tidak dimengertinya di sekolah. Semenjak itu, Nami tidak lagi mengalami mimpi buruk karena setiap hari ia selalu mengulang kembali pelajaran yang diterimanya di sekolah dan belajar bersama Mama di rumah. Terutama setiap Selasa Malam, Nami menjadi semakin giat belajar matematika agar saat ulangan tidak mendapatkan nilai nol lagi.
Ibu guru di sekolah pun senang dengan perubahan sikap dan nilai Nami. Kini Nami bisa dengan mudah memahami penjelasan yang diberikan Ibu guru, serta bonusnya Nami juga bisa mendapat nilai yang memuaskan.
Kini ulangan harian bukan mimpi buruk lagi bagi Nami dan Nami akan selalu ingat pesan Mama:
"Dengan miskin ilmu dan tidak adanya kemampuan, kamu tidak dapat memilih sekolah yang kamu dambakan, kamu hanya akan mendapatkan sisa yang tidak diinginkan orang lain. Menjadi orang yang tidak berilmu, biasanya akan mendapatkan pekerjaan yang juga tidak diinginkan orang lain. Dengan pekerjaan dan penghasilan seperti itu, kamu akan mempunyai pilihan yang sedikit untuk makan, membeli sesuatu, dan bahkan tempat tinggal. Dengan kata lain, jika kamu memilih untuk tidak belajar, kamu akan memiliki pilihan hidup yang terbatas. Kamu akan menghadapi situasi hidupmu yang dikendalikan orang lain."
"Namun sebaliknya, jika kamu memilih untuk belajar sungguh-sungguh, memiliki ilmu dan kemampuan yang bagus, kamu akan memiliki kebebasan memilih pendidikan dan sekolah yang kamu harapkan. Dengan kualifikasi terbaik, kamu dapat memilih karier yang kamu cita-citakan. Ingat! Keberhasilan datang dari kebebasan memilih.
Masa depan hidupmu, ada di tanganmu bukan ditangan orang lain!
PESAN MORAL :
BELAJARLAH DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH AGAR APA YANG KAMU CITA-CITAKAN TERCAPAI.
TAMAT
- Full access to our public library
- Save favorite books
- Interact with authors

- < BEGINNING
- END >
-
DOWNLOAD
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
-
SAVE
-
BUY THIS BOOK
(from $4.39+) -
BUY THIS BOOK
(from $4.39+) - DOWNLOAD
- LIKE (1)
- COMMENT ()
- SHARE
- SAVE
- Report
-
BUY
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
- Excessive Violence
- Harassment
- Offensive Pictures
- Spelling & Grammar Errors
- Unfinished
- Other Problem

COMMENTS
Click 'X' to report any negative comments. Thanks!