buat anak anak yang pernah di bully

Nadira Rahmatika namanya, dia orang kaya, tapi sombong. Dia selalu saja mem-bully dan memfitnah yang lain. Dia merasa dirinyalah yang paling berkuasa di kelas 4A. Aku sebagai sahabatnya selalu saja meminta maaf kepada mereka yang selalu dibully-nya. Sebenarnya aku tidak mau menjadi sahabatnya, tetapi jika aku tidak ingin menjadi sahabatnya, aku di-bully dia selamanya.
Pernah suatu hari dia memfitnah Chika. Dia berkata bahwa ayahnya mempunyai banyak uang dari kerja sambilannya sebagai pemalak, dan pencopet. Padahal ayah Chika bekerja sebagai seorang ketua DPRD. Chika menangis karena ayahnya dituduh seperti itu. Aku pun meminta maaf kepadanya secara diam-diam.n
Dia juga pernah membully Hanna. Dia membaca buku diary Hanna, lalu menyebar luaskan isinya, Hanna juga diejek karena sepatu yang sudah bisa dikatakan ‘buluk’. Karena kejadian itu, Hanna menangis dan melaporkannya ke guru BK. Nadira pun terkena hukuman skors selama 3 hari.
Ok, ok. Aku akan bilang kepadanya bahwa aku gak akan berteman dengannya lagi,” ucapku dengan penuh semangat.
Beberapa hari setelah percakapan antara aku dan Reina, aku mengajak Nadira kehalaman belakang sekolah untuk berbicara empat mata dengannya.
“Kenapa? Kamu mau minjem uang? Bilang aja, gak usah diajak sampe ke sini juga kali!” ucap Nadira dengan nada angkuh.
“Aku gak butuh uang. Aku cuma mau bilang aku gak mau jadi sahabatmu lagi.”
“Kenapa?” Tanya Nadira kebingungan.
“Aku gak mau berteman denganmu karena sikapmu itu!”
“Kalau kau mau aku tetap menjadi sahabatmu, kau harus mengubah sikapmu itu. Kamu tahu gak, aku selalu malu karena sikapmu!” Seruku lantas meninggalkannya.
Esoknya, Nadira tidak masuk sekolah. Aku sedikit khawatir dengannya. Hamper seminggu berlalu bangkunya di kelas kosong tanpa kabar. Aku jadi merasa bersalah sedikit, dan menebak-nebak apakah ucapanku waktu itu menyakiti hatinya.
Esoknya, ketika libur sekolah, aku datang ke rumahnya. Aku beranikan diri untuk menemuinya. Di depan pintu rumahnya, aku mendengar bunyi “Pyarrr” terdengar bunyi pecahan benda dari dalam. Aku juga mendengar suara orang berteriak minta tolong. Itu seperti suara Nadira. Aku condongkan mukaku ke jendela, kulihat Nadira menangis dengan wajah yang merah dan ada darah di ujung mulutnya.
Tanganku gemetar melihat kejadian di depan mataku. Kutarik nafas dalam-dalam dan aku putuskan untuk pulang ke rumah
Kasihan Nadira,” bisikku dalam hati. “Apa selama ini ia sering mengalami kejadian yang aku lihat kemarin?” ucapku pelan di dalam kamar seorang diri.
Di sekolah pagi ini, ternyata Nadira masuk. Aku ragu-ragu untuk menyapanya. Tapi aku lihat mukanya masih lebam dan mukanya murung. Kuletakkan tas sekolahku di meja dan kutarik nafas untuk mengumpulkan keberanian menghampirinya. “Hai Nad, kenapa kamu nggak masuk minggu lalu?” tanyaku pelan. Tak sedikitpun ia menoleh ke arahku. Ia hanya tertunduk saja tak menjawab.
Setelah usai pelajaran sekolah, aku menarik tangannya ke belakang sekolah. “Eh, ngapain sih kamu? Sakit, lepasin!” kata Nadira berontak. “Udah diem dulu” ucapku. “Aku udah tahu semua. Kemarin aku datang ke rumahmu. Aku dengar dan lihat kamu dipukuli oleh ibumu.” Kataku. “Lalu apa urusanmu?!” teriak Nadira. “Nad, kamu boleh cerita apa aja ke aku. Aku janji akan merahasiakan semuanya. Kamu jangan simpan sendiri masalahmu,” ucapku dengan lembut sambil meraihnya dan memeluknya. “Aku ada disampingmu jika kamu butuh bantuanku, Nad,” Ucapku lagi. Tangis Nadira pecah di bahuku.
Hari demi hari, Nadira mulai berubah. Dia meminta maaf kepada semua orang atas perbuatan yang telah dia lakukan. Tanpa sadar aku tersenyum karena dia mau merubah sikapnya. Aku lega, dia yang selama ini menyimpan masalah sendirian kini mau berbagi kepadaku. Keluarganya yang broken home dan ibunya yang sering memarahinya bahkan memukulinya karena stress juga ia ceritakan kepadaku. Walaupun aku tidak bisa mengubah semuanya tapi setidaknya aku bisa menyediakan waktuku untuk mendengarkan isi hatinya
- Full access to our public library
- Save favorite books
- Interact with authors

- < BEGINNING
- END >
-
DOWNLOAD
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
-
SAVE
-
BUY THIS BOOK
(from $2.99+) -
BUY THIS BOOK
(from $2.99+) - DOWNLOAD
- LIKE (1)
- COMMENT ()
- SHARE
- SAVE
- Report
-
BUY
-
LIKE(1)
-
COMMENT()
-
SHARE
- Excessive Violence
- Harassment
- Offensive Pictures
- Spelling & Grammar Errors
- Unfinished
- Other Problem

COMMENTS
Click 'X' to report any negative comments. Thanks!